RakyatPost.id, Malang,– Sejumlah elemen masyarakat sipil Indonesia di Belanda mendeklarasikan gagasan pembentukan Blok Politik Alternatif sebagai respons terhadap krisis representasi politik yang dinilai semakin menguat di Indonesia.
Mereka menilai partai politik saat ini cenderung didominasi oleh kepentingan elite dan pemodal, sehingga semakin jauh dari aspirasi masyarakat. Hal tersebut dituangkan dalam Amsterdam Declaration.
Dalam pernyataan Konferensi Pers, Rabu (17/6/2026) waktu setempat, elemen masyarakat tersebut mengutip data Varieties of Democracy (V-Dem) yang menunjukkan penurunan kualitas demokrasi Indonesia. Mereka menilai kondisi tersebut mencerminkan persoalan sistemik yang semakin dalam.
Skor terbaru Varieties of Democracy (V-Dem) menunjukkan kualitas demokrasi Indonesia merosot ke angka 0,30, terendah sepanjang era Reformasi,” tulisnya dalam Siaran Pers.
Dalam langkah awal konsolidasi, mereka mendaulat jurnalis sekaligus aktivis, Dandhy Dwi Laksono sebagai Pemimpin Konsolidasi gerakan rakyat.
Tak lupa mereka menegaskan bahwa, pendaulatan tersebut bukan untuk mengusung Dandhy sebagai calon presiden, melainkan sebagai figur yang memimpin fase awal pengorganisasian gerakan masyarakat sipil.
Menurut mereka, Dandhy layak dipilih karena rekam jejaknya dalam berbagai isu publik dan jejaring advokasi warga.
Ia juga dinilai berani dalam menghadapi tekanan kekuasaan, konsisten menjaga independensi dari partai politik, dan mampu menjembatani berbagai kelompok masyarakat.
Terdapat tiga poin utama yang ditonjolkan dalam deklarasi ini, yakni menyatakan kondisi darurat politik, dimana mereka menegaskan kebutuhan mendesak dibentuknya Blok Politik Alternatif sebagai koreksi mendasar politik Indonesia saat ini.
Kedua, mereka mendorong konsolidasi Blok Politik Rakyat. Menurutnya, dengan mendaulat Dhandy maka mendorong dan mengorganisasi Gerakan Reset Indonesia dan Indonesia Baru, bersama berbagai elemen masyarakat sipil lainnya.
Ketiga adalah Seruan aksi nasional, yaitu mengajak berbagai elemen masyarakat sipil untuk membangun konsolidasi serupa di daerah masing-masing.
Bagi masyarakat yang ingin terlibat, maka dapat memberikan pernyataan sikap dan deklarasi bersama komunitas, selanjutnya mengunggah video dukungan, menyelenggarakan diskusi publik, serta menyuarakan gerakan melalui tagar. (Red/TI/rel)










