FOTO : Menteri Investasi dan Hilirisasi CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. (RP/dok)
RakyatPost.id, Jakarta,- Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri atas Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI tidak hanya berfokus pada perolehan laba, tetapi juga memperkuat peran bagi masyarakat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan bersama jajaran pimpinan dan komisaris bank pelat merah.
“Tadi arahan Bapak Presiden kepada seluruh perbankan dan dewan komisaris bahwa perbankan tidak hanya mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dalam bentuk pemerataan kesempatan bagi UMKM, sektor komersial, maupun korporasi,” ujar Rosan di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.
Rosan menjelaskan Presiden menekankan optimisme terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai memiliki prospek baik ke depan sehingga sektor perbankan diharapkan turut berperan memperkuat akses pembiayaan di berbagai lapisan masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam itu, Presiden juga menanyakan langsung nilai kapitalisasi pasar lima bank BUMN tersebut.
Rosan menyebut nilai pasar Bank Mandiri berada di kisaran Rp450 triliun, BRI sedikit di atas Rp450 triliun, BNI sekitar Rp200 triliun, serta BTN dan BSI yang turut berkontribusi terhadap total nilai keseluruhan.
“Jika dijumlahkan, totalnya sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar di Indonesia,” kata Rosan.
Menurut dia, besarnya nilai tersebut menunjukkan peran strategis Himbara dalam perekonomian nasional.
Jajaran petinggi Himbara yang menghadap Presiden Prabowo hari ini, di antaranya Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri Riduan, Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut BRI Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L.P. Napitupulu, dan Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Muhadjir Effendy.
Sementara itu, dari jajaran menteri, selain Rosan, ada juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kemudian, ada pula CIO Danantara Pandu Sjahrir.(Red/ant)










