• Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Rakyatpost.id
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Rakyatpost.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Home Olahraga

Para Panahan Indonesia Berlaga di India Sebelum ke Asian Para Games

rakyatpost
10 Agustus 2026
/ Olahraga
0 0
0
Para Panahan Indonesia Berlaga di India Sebelum ke Asian Para Games

RakyatPost.id, Jakarta, – Tim para panahan Indonesia akan berlaga pada turnamen di India sebelum mereka berangkat ke Jepang untuk bermain di Asian Para Games 2026 pada 18-24 Oktober.

Dikutip dari keterangan resmi, Senin (10/8/2026), turnamen di India tepatnya di Ahmedabad ini bernama Hyundai World Archery Para Series 2026 pada 5-9 September. Ajang ini sangat penting untuk memburu poin guna membuka peluang lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

Baca Juga

Raharjati/Rajiah Sabet Emas Speed Relay Campuran Seri Guiyang

Nathan Barki maju ke semifinal ITF M15 Bali

Hasil Asian Games Aichi-Nagoya 2026: Timnas Basket Indonesia Kalah 53-98 dari Jepang

Sebelum ke India, para panahan Indonesia baru saja mengikuti ajang Para-meter Archery Indonesia Open 2026 di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Solo, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (7-8/8).

Di ajang ini, tim Indonesia menjadi juara umum setelah meraih dua medali emas dan satu medali perak. Dua emas dimenangkan oleh Ken Swagumilang pada nomor individu dan mixed team ketika berpasangan dengan Teodora Audi Ayudia Ferelly, sementara satu perak dipersembahkan oleh pasangan Kholidin dan Noviera Ross pada nomor mixed team recurve.

Para panahan Indonesia bersaing dengan atlet-atlet non disabilitas di ajang ini. Total dari 65 peserta yang bersaing, ada 40 peserta yang berstatus non disabilitas.

“Biasanya mereka bertanding dengan sesama atlet disabilitas, kali ini didatangkan atlet yang non disabilitas. Artinya pertarungan mental di ajang ini sangat membantu atlet-atlet para panahan Indonesia menuju kejuaraan yang lebih besar,” kata pelatih para panahan Indonesia Idya Putra Harjianto.

Idya juga menjelaskan, ada beberapa penyesuaian peraturan lomba yang sengaja dibuat untuk melatih konsentrasi para atlet Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan satu bantalan untuk tiga peserta, dari biasanya dua peserta.

Tak ketinggalan adalah penggunaan panggung alternate shoot mulai babak kedua. Alternate shoot menjadi salah satu bahan evaluasi tim pelatih saat mengikuti kejuaraan dunia di Novemesto, Republik Ceko, 29 Juni-4 Juli 2026 lalu. Kala itu, para pemanah Indonesia terlihat lebih nervous karena tidak terbiasa bertanding di panggung alternate shoot.

Kita memberlakukan sistem alternate shoot yang jarang dijumpai di Indonesia. Dari sinilah kita akan membiasakan diri menuju panggung alternate yang akan digunakan saat kejuaraan dunia dan Asian Para Games,” ungkap Idya.

Sementara itu, ketua penyelenggara Para-meter Archery Indonesia Open 2026, Rameez Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan penting. Selain menguji kesiapan sebelum bertanding di Asian Para Games 2026, NPC Indonesia juga ingin mempertemukan para pemanah disabilitas dengan non disabilitas.

“Melalui ajang ini kami ingin menambah solidaritas antara pemanah disabilitas dan non disabilitas, yang mana selama ini mungkin belum pernah bertanding bersama, terutama di kejuaraan nasional. Maka dari itu, NPC Indonesia berinisiatif mengadakan kejuaraan ini untuk upaya solidaritas,” ucap Rameez.

Tak ketinggalan adalah menumbuhkan minat untuk berprestasi di cabang olahraga para panahan. Di kejuaraan ini, ada sederet atlet disabilitas yang datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat hingga Sumatera Barat. (Red/ant)

SendShareTweet
Sebelumnya

Wali Kota Tanjungbalai Sambut 170 Mahasiswa KKN Mandiri UPMI Medan

Selanjutnya

Naik Kelas Jadi Race, Samosir Run 2026 Sukses Digelar di Danau Toba

Baca Juga

Raharjati/Rajiah Sabet Emas Speed Relay Campuran Seri Guiyang
Olahraga

Raharjati/Rajiah Sabet Emas Speed Relay Campuran Seri Guiyang

12 September 2026
Nathan Barki maju ke semifinal ITF M15 Bali
Olahraga

Nathan Barki maju ke semifinal ITF M15 Bali

11 September 2026
Hasil Asian Games Aichi-Nagoya 2026: Timnas Basket Indonesia Kalah 53-98 dari Jepang
Olahraga

Hasil Asian Games Aichi-Nagoya 2026: Timnas Basket Indonesia Kalah 53-98 dari Jepang

10 September 2026
Rifqi Fitriadi dan Rafalentino Melaju ke Babak Kedua ITF M15 Bali
Olahraga

Rifqi Fitriadi dan Rafalentino Melaju ke Babak Kedua ITF M15 Bali

9 September 2026
Menpora : Pencak Silat Dapat Jadi Jembatan Diplomasi Indonesia – Jepang
Olahraga

Menpora : Pencak Silat Dapat Jadi Jembatan Diplomasi Indonesia – Jepang

8 September 2026
Empat Tim Indonesia Lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall
Olahraga

Empat Tim Indonesia Lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall

7 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rakyatpost.id

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In