RakyatPost.id, Medan,- Perum Bulog Cabang Medan, Sumatera Utara, meningkatkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan pokok tersebut.
Kepala Perum Bulog Cabang Medan Lutfillah Barus mengatakan penyaluran beras SPHP dilakukan melalui sejumlah saluran, di antaranya pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, serta TNI dan Polri.
“Secara total, penyaluran kepada seluruh mitra mencapai 150 ton beras per hari, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 100 ton per hari,” ujar Lutfillah di Medan, Selasa (24/8/2026)
Ia mengatakan peningkatan penyaluran beras SPHP seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap beras tersebut di wilayah kerjanya.
Untuk itu, ia mengatakan, penyaluran beras SPHP menjadi salah satu opsi bagi masyarakat untuk memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat membantu menjaga daya beli sekaligus meredam tekanan harga di pasar.
“Penyaluran tersebut dilakukan di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai,” katanya.
Ia mengatakan hingga saat ini, realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah kerjanya mencapai 13.200 ton atau sekitar 90 persen dari target 2026 yang ditetapkan sebanyak 14.500 ton.
Untuk memastikan beras SPHP tepat sasaran dan dijual sesuai ketentuan, pihaknya membentuk tim pemantauan yang bertugas melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap penjualan beras SPHP, termasuk memastikan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.100 per kilogram
Selain memaksimalkan penyaluran SPHP, Bulog Medan juga mempercepat penyaluran bantuan pangan untuk menjaga ketersediaan beras di masyarakat.
“Total bantuan pangan yang akan disalurkan mencapai sekitar 21.000 ton dan ditargetkan selesai hingga akhir September 2026,” kata dia.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan beras, menekan gejolak harga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi di Medan dan daerah lainnya.(Red/ant)






