RakyatPost.id, Medan,– Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut mengakui, pertemuan dirinya dengan DR Maruli Siahaan tidak disengaja, namun sangat berharga. “Saya dengan Tulang DR Maruli Siahaan bertemu pada hari Selasa (30/12) malam tanpa sengaja, namun sangat berharga karena kami sempat cerita tentang keluarga, bencana banjir bandang, riak riak tutup TPL, HKBP, masalah Natal dan menyongsong Tahun Baru 1/1. 2026,” jelas Gandi Parapat kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).
Gandi menjelaskan, dirinya sangat mengagumi Maruli Siahaan sebagai Tulang (red, paman) sehingga dirinya mengajak berphoto, walaupun sahabatnya silih berganti datang untuk mengucapkan Selamat Natal dan hal tersebut sangat Gandi maklumi.
Namun ketika disinggung terkait riak riak, atau hujatan kepada Maruli Siahaan dari beberapa masyarakat tentang tutup TPL, yang tidak sependapat dengan Maruli Siahaan. Menurut Gandi itu, masalah sependapat atau tidak itu biasa dalam masyarakat bawah ataupun dengan tokoh masyarakat dan itu pasti ada.
Begitupun, dalam pertemuan dirinya dengan Maruli Siahaan, Gandi mengakui, tidak ada membicarakan masalah tutup TPL. Namun lanjutnya, karena sama sama dari Jemaat Gereja HKBP tentu sempat bicara HKBP. “Bagaimana acara akhir tahun atau Tahun Baru yang begitu sakral pada pukul 00.00 pergantian tahun ke 2026. Masalah Ephorus yang seperti bekerja kemana mana untuk mencari kekuatan menutup TPL, betul betul tidak masuk dalam candaan kami,” tambah Gandi.
Lebih jauh kata Gandi, Maruli berpesan tetap peduli kepada sesama, kalau ada masalah jangan didiamkan. “Kalau pulang kampung jangan lupa salam kepada keluarga, dan kita Doakan semoga tahun 2026 menjadi kebahagiaan bagi kita semua, dan terhindar dari bencana,” pungkas Gandi Parapat. (Red/*).















