FOTO : Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak. (RP/Ist)
RakyatPost.id, Jakarta,– Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Ia memastikan langkah ini berfokus untuk memastikan keselamatan jamaah haji Indonesia.
Hal ini disampaikan Dahnil senada dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dengan menyiapkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi apabila situasi keamanan di kawasan tersebut berubah.
Pesan Presiden satu, fokus beliau adalah ingin memastikan keselamatan jamaah haji, itu yang paling penting,” kata Dahnil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (11/3/2026).
Dahnil mengungkap salah satu skenario yang disiapkan adalah penyesuaian rute penerbangan menuju Arab Saudi. Rencana ini dibuka ketika jalur penerbangan yang biasa dilalui dinilai tidak aman.
Danhil memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan sejumlah negara yang dilintasi, termasuk kemungkinan melalui jalur selatan atau Afrika.
Tak hanya itu, pemerintah juga membuka kemungkinan skenario penundaan keberangkatan apabila eskalasi konflik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan jamaah. Langkah ini juga pernah dilakukan pada masa pandemi 2019 lalu.
“Seperti COVID misal yang lalu, kalau kemudian membahayakan jamaah, misalnya membahaya keselamatan, maka skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam,” ujarnya.
Dahnil menjelaskan saat ini pemerintah masih memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah sebelum mengambil keputusan final terkait penyelenggaraan haji.
Keputusan tersebut nantinya akan dibahas bersama DPR dan kementerian/lembaga terkait. Rencananya, kloter kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan pada 22 April mendatang. (Red/IC)















