RakyatPost.id, Samosir,– Ketegasan Polres Samosir menjaga kenyamanan dan nama baik pelajar Samosir mendapat apresiasi dari Ketua Yayasan Siraja Batak Ir. Nikolas Naibaho, MBA di Jakarta. Apresiasi itu muncul setelah video “cinta” dari Polres Samosir tayang di beranda Facebook Rina Sri Nirwana Tarigan Kapolres Samosir dan viral di tengah masyarakat.
Video tersebut merespons fenomena tahunan: pelajar dari luar Samosir merayakan kelulusan dengan konvoi, coret-coret baju seragam, menumpang angkot sewaan yang overload hingga naik ke atap mobil. Tahun lalu bahkan terjadi tawuran antarkelompok pelajar luar daerah di Samosir.
“Kalau dulu ada namanya surat cinta… Sekarang aku mau kirim video cinta dari Polres Samosir untuk masyarakat Samosir,” begitu kutipan yang disampaikan dalam video.
Hari ini, Kamis 16 April 2026, rombongan pelajar luar daerah mulai berdatangan ke Samosir untuk euforia kelulusan. Menanggapi itu, Polres Samosir menegaskan sikap: wisata dipersilakan, urak-urakan ditindak.
“Jangan sakit hati kalau mobil-mobil angkot isi pelajar, yang mau urak-urakan di sini kami putar balik semuanya. Mobil rental pun kami kandangkan ke Polres biar sekalian rugi. Enak saja kalian membuat jelek nama pelajar Samosir. Dikira nanti anak-anak kami yang ugal-ugalan, urak-urakan dan tawuran. Cukuplah kami menjaga anak-anak kami di sini. Kalau mau wisata, sini. Kalau mau urak-urakan konvoi, sana,” tegas pernyataan dalam video tersebut.
Ketua Yayasan Siraja Batak menilai langkah Polres sudah tepat. Samosir dikenal sebagai kota berbudaya, penuh kekeluargaan, dengan masyarakat yang ramah dan toleran.
“Citra itu harus dijaga bersama. Jangan sampai ulah segelintir orang merusak nama baik pelajar dan masyarakat Samosir, tuturnya,” kepada rakyatpost.id, Jumat 17 April 2026.
“Pelajar Samosir itu santun. Jangan sampai dicap negatif karena aksi dari luar. Kami dukung Polres bertindak tegas tapi humanis,” ujarnya.
Masyarakat diimbau ikut menjaga ketertiban. Merayakan kelulusan boleh, tapi tetap dalam koridor budaya dan hukum. Samosir terbuka untuk wisatawan, bukan untuk aksi yang mencoreng kearifan lokal. (SS).















