RakyatPost.id, Jakarta, – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiksasmen) melalui program INOVASI menyatakan komitmen bersama penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Dalam implementasinya, Kemendikdasmen menggandeng Kedutaan Besar Australia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan, program ini merupakan kelanjutan dari Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman.
Program ini merupakan upaya untuk menjamin perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, dan keadaban digital di lingkungan sekolah.
“Hal yang berbeda dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar Nomor 6 Tahun 2026 tentang sekolah yang aman dan nyaman itu adalah bagaimana kita membangun budaya. Titik tengahnya adalah membangun budaya, membangun lingkungan sosial, lingkungan fisik, dan juga lingkungan spiritual, dan suasana di sekolah yang lebih menumbuhkan rasa aman,” tegas Mu’ti.
Hal tersebut ia sampaikan usai Sosialisasi dan Deklarasi Komitmen Terkait Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Hotel Artotel Gelora Senayan, Jalan Pintu Satu Senayan, No. 1, Jakarta pada Selasa (2/6/2026).
Lebih lanjut, ia menyatakan, penerapan budaya sekolah aman dan nyaman juga akan menggunakan pendekatan yang lebih humanis.
Artinya, pendekatan akan lebih inklusif dan partisipatif sehingga semua anak memiliki kepedulian dan kesadaran yang tinggi.
Karena itu pendekatan-pendekatan dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman ini lebih menekankan pada pendekatan yang bersifat kultural daripada pendekatan lebih struktural administratif,” ungkap Mu’ti.
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath menegaskan, Pemerintah Australia juga berfokus dalam membangun rasa kepercayaan diri dan ketangguhan siswa.
Dalam kerja sama ini, Gita mengatakan ada kesempatan untuk bertukar wawasan antara Australia dengan Indonesia.
“Saya pikir ada kesempatan untuk pertukaran pengetahuan antara Australia dan Indonesia di bidang ini yang sangat penting,” ujar Gita.
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami menuturkan, budaya sekolah aman dan nyaman salah satunya dapat dipelajar melalui Modul Pembiasaan Karakter Hebat.
“Di mana implementasinya menggunakan pendekatan kokurikuler. Ini pun sudah dilakukan piloting di beberapa daerah mitra dari inovasi,” jelasnya.
Budaya sekolah aman dan nyaman sudah diterapkan di enam provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Maluku; serta IKN.
“Yang total 25 kabupaten kota. Dan INOVASI ini bukan hanya membantu kita di dalam program budaya sekolah aman dan nyaman. Tetapi kita sudah berkolaborasi sejak 10 tahun yang lalu,” ujar Suharti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen.(Red/dtk)









