RakyatPost.id, Jakarta, – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini berpesan agar Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mampu membangun birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rini juga mendorong para lulusan IPDN terus belajar dan mengembangkan kompetensi terutama pada bidang digital dan data.
“Teruslah mengembangkan kompetensi, terutama di bidang digital serta pimpin dengan hati, data, dan keteladanan,” kata Rini dalam keterangan diterima di Jakarta.
Rini menyampaikan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto melantik Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Ia menekankan adaptif terhadap teknologi digital adalah salah satu implementasi dari core values ASN BerAKHLAK. Rini juga menegaskan para Pamong Praja tersebut kelak bisa menjadi pemimpin pemerintahan daerah yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakatnya.
“Jadilah pemimpin yang mampu memberi teladan dengan kerja nyata. Teruslah belajar, menjaga nilai-nilai etika, dan mengedepankan kolaborasi dalam setiap tugas,” ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto pada Rabu hari ini melantik Pamong Praja Muda IPDN. Di hadapan lulusan IPDN tersebut, Presiden mengingatkan para praja untuk selalu melayani kebutuhan masyarakat dengan cepat tanpa birokrasi yang berbelit.
“Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya. Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit,” tegas Presiden kepada 1.204 lulusan IPDN, yang terdiri dari 728 putra dan 476 putri.
Lulusan IPDN akan disebar ke instansi pusat, daerah, hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Presiden mengatakan bahwa masyarakat mengharapkan aparatur yang jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani ambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.
Presiden mendorong para Pamong Praja, sebutan bagi lulusan IPDN, agar menjadi penggerak birokrasi serta pembangunan di daerah. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), para lulusan IPDN adalah “wajah negara” yang dilihat oleh masyarakat.
“Dari sikap dan penampilan saudara, rakyat menilai apakah negara hadir atau tidak. Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,” ungkap Prabowo.
Pada 2026 ini, 10 lulusan terbaik IPDN berasal dari keluarga sederhana, seperti anak dari petani atau buruh harian lepas, bukan dari latar belakang keluarga pejabat negara. Aji Bayu Ramadhan (IPK 3,84) peraih Kartika Astha Brata, adalah anak dari buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bagi Presiden, hal itu membuktikan seleksi CASN yang digelar pemerintah benar-benar berbasis kompetensi dan tidak lagi ada “titipan orang dalam”.
NKRI dan Pancasila harus dipimpin oleh mereka yang terbaik, mereka yang berprestasi. Ini bukti meritokrasi, mereka yang berprestasi,” ucap Presiden. (Red/ant)






