• Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Rakyatpost.id
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Rakyatpost.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Home Daerah

Aksi Demo Tuntut Kades Penungkiren Mundur, Dinilai Tak Menyentuh “Akar Masalah”

rakyatpost
23 April 2026
/ Daerah
0 0
0
Aksi Demo Tuntut Kades Penungkiren Mundur, Dinilai Tak Menyentuh “Akar Masalah”

 

RakyatPost.id, Deli Serdang,– Aksi demonstrasi yang menuntut Kepala Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Mardan Tarigan, mundur dari jabatannya menuai sorotan. Sejumlah kalangan menilai, aksi tersebut belum sepenuhnya menyasar akar persoalan yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat.

Baca Juga

Gubsu Berangkatkan Pasien Terduga Korban MBG Karo ke Jakarta untuk Penanganan Lebih Lanjut

Cegah Dampak Negatif Pariwisata, Kecamatan Pangururan Gelar Ngobras Bersama Tokoh Masyarakat

CV Ray Makmur : Tudingan Proyek Renovasi Poltekkes Terlalu Dini Divonis Salahi Aturan

Unjuk rasa yang digelar pada Kamis (23/4/2026) itu melibatkan warga Dusun I, II, dan III. Massa bergerak dari desa menuju sejumlah kantor instansi pemerintah, mulai dari Kantor Bupati Deli Serdang, Inspektorat, hingga Kantor DPRD Deli Serdang. Perwakilan aksi diterima beberapa anggota DPRD Dali Serdang Komisi I di ruang rapat Komisi I DPRD Deli Serdang.

Koordinator aksi, Dedi Iskandar Barus, menyebut demonstrasi tersebut sebagai akumulasi kekecewaan warga, terhadap kinerja pemerintah desa yang dinilai tidak transparan dan kurang responsif.

Dalam tuntutannya, massa menyoroti sejumlah persoalan, di antaranya kebakaran kantor desa yang belum sepenuhnya terungkap, dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana desa, indikasi penyalahgunaan kewenangan, serta buruknya pelayanan publik kepada masyarakat.

Namun di balik rangkaian tuntutan itu, mencuat dugaan bahwa konflik yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari polemik, pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sebelumnya telah menuai penolakan warga.

Penolakan tersebut, berawal dari rencana pembangunan gedung di lokasi yang disebut-sebut, berada di kawasan tempat pemakaman umum (TPU).

Warga khawatir, pembangunan itu akan mengurangi ketersediaan lahan pemakaman di masa depan, sekaligus menimbulkan persoalan sosial dan kultural di tengah masyarakat.

Isu ini, bahkan telah menjadi pembahasan serius dalam rapat mediasi, yang digelar di Kantor Camat STM Hilir pada 13 April 2026.

Dalam forum tersebut, Camat STM Hilir, Sandi Sihombing, menegaskan bahwa proses pendirian KDMP, telah melalui tahapan prosedural, mulai dari musyawarah desa, pembentukan struktur kepengurusan, hingga pengesahan badan hukum.

Meski demikian, perbedaan persepsi antara pemerintah desa dan sebagian warga, terkait lokasi pembangunan. Dinilai menjadi pemicu utama yang memperkeruh situasi.

Ketegangan sempat meningkat, ketika enam warga dipanggil oleh pihak kepolisian, terkait laporan pengaduan masyarakat (dumas). Pemanggilan itu, memicu reaksi warga lain yang kemudian mendatangi Polsek Talun Kenas, sebagai bentuk solidaritas.

Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas, Amsal Siregar, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman.

“Warga mengira enam orang itu dipanggil sebagai saksi, padahal hanya dimintai keterangan. Setelah diberikan penjelasan, situasi kembali kondusif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, bahwa pihak kepolisian akan mengedepankan pendekatan persuasif,  dan membuka ruang mediasi guna mencegah konflik, berkembang lebih jauh.

Secara terpisah, sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat menilai,  tuntutan pencopotan kepala desa dalam aksi tersebut terkesan prematur. Pasalnya, akar persoalan dinilai masih berada pada tahap sengketa kebijakan, dan belum sepenuhnya mengarah pada pelanggaran yang bersifat final.

Di sisi lain, DPRD Deli Serdang turut menyoroti lambannya penanganan konflik oleh pihak-pihak terkait. Minimnya langkah cepat dan komunikasi efektif, sejak awal dinilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar eskalasi persoalan, hingga berujung aksi demonstrasi.

Beberapa anggota dewan bahkan menyebut, jika sejak awal dilakukan mediasi yang terbuka, transparan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, potensi konflik sosial yang berkembang saat ini bisa diminimalisir.

Situasi ini, memperlihatkan bahwa persoalan di Desa Penungkiren, tidak semata soal kinerja kepala desa. Melainkan juga menyangkut komunikasi kebijakan, kepercayaan publik, serta sensitivitas terhadap kepentingan sosial masyarakat.

Hingga kini, penyelesaian konflik masih diharapkan dapat ditempuh, melalui jalur dialog dan mediasi, guna menghindari perpecahan yang lebih dalam di tengah masyarakat desa. (Nando Ginting)

SendShareTweet
Sebelumnya

Paskah Oikumene 2026 : Bupati-Wabup Samosir Ajak Masyarakat Jadi Berkat bagi Sesama

Selanjutnya

Antisipasi Dampak Pengungsi, Bobby Nasution Minta Regulasi Dipertegas

Baca Juga

Gubsu Berangkatkan Pasien Terduga Korban MBG Karo ke Jakarta untuk Penanganan Lebih Lanjut
Daerah

Gubsu Berangkatkan Pasien Terduga Korban MBG Karo ke Jakarta untuk Penanganan Lebih Lanjut

12 September 2026
Cegah Dampak Negatif Pariwisata, Kecamatan Pangururan Gelar Ngobras Bersama Tokoh Masyarakat
Daerah

Cegah Dampak Negatif Pariwisata, Kecamatan Pangururan Gelar Ngobras Bersama Tokoh Masyarakat

12 September 2026
CV Ray Makmur : Tudingan Proyek Renovasi Poltekkes Terlalu Dini Divonis Salahi Aturan
Daerah

CV Ray Makmur : Tudingan Proyek Renovasi Poltekkes Terlalu Dini Divonis Salahi Aturan

11 September 2026
Gubernur Bobby Bersama Wapres Tinjau Siswa Diduga Keracunan MBG di Karo
Daerah

Gubernur Bobby Bersama Wapres Tinjau Siswa Diduga Keracunan MBG di Karo

11 September 2026
Pemkab Samosir Meluruskan Terkait Informasi Penertiban Pedagang Di Menara Pandang Tele 
Daerah

Pemkab Samosir Meluruskan Terkait Informasi Penertiban Pedagang Di Menara Pandang Tele 

9 September 2026
Listrik Segera Masuk Hasinggahan, Bupati Vandiko : Ini Bukti Komitmen Pemkab Samosir Buka Keterisolasian
Daerah

Listrik Segera Masuk Hasinggahan, Bupati Vandiko : Ini Bukti Komitmen Pemkab Samosir Buka Keterisolasian

8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rakyatpost.id

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In