• Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Rakyatpost.id
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Rakyatpost.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Home Nasional

Ideologi Pembangunan Prabowo, Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia

rakyatpost
12 Mei 2026
/ Nasional, Pendidikan
0 0
0
Ideologi Pembangunan Prabowo, Fokus Bangun Kemandirian di Tengah Pergolakan Dunia

 

RakyatPost.id, Surabaya,– Kebijakan yang diambil pemerintah saat ini bukanlah langkah sporadis, melainkan sebuah manifestasi dari ideologi pembangunan Prabowo Subianto yang berakar kuat pada kesadaran akan realisme politik global dan keinginan membangun kedaulatan ekonomi.

Baca Juga

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Apresiasi Peran Pesantren dalam Mencetak Generasi Berakhlak Mulia 

Rayakan Hardiknas, Bupati Toba : Mari Sama-sama Tingkatkan Mutu Pendidikan

Hardiknas, Seskab Dukung Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

Hal itu disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam “Pelatihan Digital Creator dan Program Magang Komunikasi Pembangunan 2026” yang diselenggarakan Nexus Digital Strategy di Suites Hotel Surabaya, Senin, 11 Mei 2026.

Teguh menjelaskan bahwa “ideologi pembangunan” ini lahir sebagai jawaban konkret atas kegelisahan yang dituangkan Prabowo dalam bukunya “Paradoks Indonesia”.

Untuk membedah struktur pemikiran tersebut, Teguh menggunakan tiga karya monumental sebagai pisau analisis, yakni “Politics among Nations” karya Hans J. Morgenthau, “The Tragedy of Great Power Politics” karya John J. Mearsheimer, dan “Breakout Nations” karya Ruchir Sharma.

Menurut Teguh yang juga mengajar Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, pondasi pertama pembangunan Indonesia saat ini berpijak pada kesadaran akan anarkisme dunia internasional.

Mengutip Morgenthau, ia menyebut tidak ada otoritas tertinggi di dunia yang bisa memaksakan aturan kepada negara berkuasa.

Hal ini memaksa Indonesia untuk memprioritaskan keamanan dan kepentingan nasional di atas segalanya melalui sistem self-help yang mandiri.

Sementara dalam perspektif realisme ofensif yang dikembangkan Mearsheimer, mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) ini menggarisbawahi kenyataan bahwa,  sistem internasional memaksa negara untuk terus mengejar kekuasaan demi kelangsungan hidup.

“Dunia cenderung bergerak dari tatanan liberal menuju anarki. Oleh karena itu, Prabowo melakukan pergeseran paradigma dari ekonomi liberal yang digerakkan pasar (market-driven) menjadi ekonomi yang berbasis intervensi negara atau state-driven,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teguh memaparkan apa yang disebutnya sebagai doktrin dasar bahwa,  keamanan suara negara adalah situasi di mana pertahanannya lebih besar dari pada ancaman yang dihadapi.

Kesadaran akan hal ini, membuat Indonesia di era Prabowo terlibat aktif menjaga keamanan di kawasan dan arena internasional. Ini yang disebut sebagai inclusive security, yang kata kuncinya adalah partisipasi dan keterlibatan.

Indonesia di era Prabowo, juga mengembangkan prinsip active neutrality, di mana netralitas dan ketidak berpihakan adalah pilihan yang diambil berdasarkan kalkulasi kepentingan nasional. Bukan karena tekanan pihak lain.

Warisan “Soemitronomics”

Sementara untuk bisa melesat menjadi negara dengan kekuatan dan reputasi yang diperhitungkan, menggunakan kacamata dalam “Breakout Nations”, Teguh menekankan empat syarat utama, yakni stabilitas politik, pemanfaatan demografi produktif, kebijakan ekonomi pragmatis, dan keberanian memutus ketergantungan pada komoditas mentah.

Menariknya, ideologi pembangunan Prabowo ini juga membawa nafas “Soemitronomics”, warisan pemikiran begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo yang merupakan ayah Prabowo.

Teguh menyebut implementasi hilirisasi, Trilogi Pembangunan, hingga pembentukan daya dukung finansial melalui BPI Danantara adalah langkah yang diambil untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui industrialisasi yang masif.

Teguh juga menyinggung sisi sosialisme demokrasi dalam pemikiran Prabowo. Berbeda dengan Marxisme-Leninisme yang otoriter, konsep ini menekankan manajemen perekonomian nasional secara mandiri melalui koperasi yang dikembangkan dalam sistem demokrasi.

“Tujuannya adalah menghapus praktik kapitalisme yang merugikan dan mewujudkan masyarakat adil melalui cara-cara demokratis, di mana pekerja memiliki akses terhadap alat produksi,” jelasnya.

Strategi “opening up” atau membuka pintu juga diterapkan pemerintahan Prabowo dengan semangat pragmatisme “kucing hitam-putih” ala Deng Xiaoping di Tiongkok.

Indonesia, katanya, terbuka terhadap modal dan teknologi asing, namun tetap fokus pada modernisasi empat sektor kunci, yakni pertanian, industri, pertahanan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam tataran praktis, Teguh menyoroti sejumlah program yang sedang dikerjakan pemerintah. Teguh menekankan bahwa modal manusia adalah aset terpenting.

“Tanpa rakyat yang sehat dan terdidik, bonus demografi hanya menjadi beban. Inilah mengapa program Sekolah Rakyat dan akses pendidikan gratis bagi keluarga miskin menjadi pilar yang tidak bisa ditawar,” tambah Teguh.

Teguh juga membela program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi produktivitas jangka panjang. Menurutnya, anak-anak yang bebas dari stunting hari ini adalah tenaga kerja cerdas dan sehat yang akan menggerakkan ekonomi Indonesia setidaknya dalam 20 tahun mendatang. Ini adalah langkah preventif untuk memastikan keberlanjutan bangsa.

Di sektor ekonomi kerakyatan, pembentukan Koperasi Merah Putih disebut sebagai mekanisme desentralisasi kekuasaan ekonomi.

Teguh berpendapat bahwa, koperasi yang dikelola dengan baik dapat mencegah akumulasi kekayaan, pada segelintir elite atau oligarki yang selama ini, sering membajak ruang pengelolaan sumber daya alam.

Di sisi lain, Teguh juga memberikan catatan kritis bahwa ujian serius pemerintah, terletak pada penegakan hukum, termasuk penertiban pelanggaran lingkungan oleh kelompok oligarki.

Dia juga mengatakan, dalam berbagai referensi disebutkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan stagnasi ekonomi, adalah keterlambatan lambat dalam melakukan transisi energi.

Terkait isu kedaulatan energi, Teguh optimis Indonesia memiliki peluang besar melalui Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti panas bumi, tenaga surya, dan bioenergi dari CPO. Baginya, EBT bukan sekadar isu lingkungan, melainkan soal kedaulatan nasional agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan energi luar negeri yang fluktuatif.

Menutup seminarnya, Dr. Teguh Santosa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi luas dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa kemauan untuk melepaskan diri dari stagnasi ekonomi, membutuhkan sinergi antara kebijakan negara yang kuat dan dukungan rakyat yang aktif.

“Ideologi pembangunan ini adalah peta jalan menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan bermartabat di panggung global,” pungkasnya. (Red)

 

 

 

SendShareTweet
Sebelumnya

Gerakan Pangan Murah Pemkab, Warga Pangururan Serbu Beras Rp60 Ribu & Minyak Rp31 Ribu 

Selanjutnya

Bupati Samosir Terima Tim Oxford Policy Management Inggris, Tinjau Proyek Pompa Surya

Baca Juga

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Apresiasi Peran Pesantren dalam Mencetak Generasi Berakhlak Mulia 
Metro

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Apresiasi Peran Pesantren dalam Mencetak Generasi Berakhlak Mulia 

11 Mei 2026
Rayakan Hardiknas, Bupati Toba : Mari Sama-sama Tingkatkan Mutu Pendidikan
Daerah

Rayakan Hardiknas, Bupati Toba : Mari Sama-sama Tingkatkan Mutu Pendidikan

6 Mei 2026
Hardiknas, Seskab Dukung Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia
Metro

Hardiknas, Seskab Dukung Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

2 Mei 2026
Pendaftaran Seleksi Mandiri USU 2026 : Ini Jadwalnya..
Pendidikan

Pendaftaran Seleksi Mandiri USU 2026 : Ini Jadwalnya..

25 April 2026
Tinjau Hari pertama UTBK-SNBT 2026, Rektor USU Pastikan Tak Ada Celah untuk Curang
Medan

Tinjau Hari pertama UTBK-SNBT 2026, Rektor USU Pastikan Tak Ada Celah untuk Curang

21 April 2026
Polsek Nainggolan Resmi Dikukuhkan, Polres Samosir Gandeng Sekolah Bina Generasi Muda
Daerah

Polsek Nainggolan Resmi Dikukuhkan, Polres Samosir Gandeng Sekolah Bina Generasi Muda

14 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

Populer

  • Penantian 18 Tahun!, Bupati Vandiko Desak DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat : Jangan Ada Lagi Wilayah “Abu-Abu”

    Penantian 18 Tahun!, Bupati Vandiko Desak DPR Sahkan RUU Masyarakat Adat : Jangan Ada Lagi Wilayah “Abu-Abu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • INI GURU SEJATI!” Ketua Yayasan Siraja Batak Nikolas Naibaho Terharu, Disdik Samosir Sisihkan Gaji untuk 4 Tragedi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Surat Cinta Berubah Jadi Video Cinta: Ketua Yayasan Siraja Batak Apresiasi Ketegasan Polres Samosir Jaga Marwah Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok! Pomparan Simbolon Se-Samosir Kumpul di Sopo Bolon, Ketum Effendi Simbolon Hadir Lantik 38 Sektor PSBI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Air Bersih Mengalir! Samosir Dapat 30 Sumur Bor Bantuan KASAD, Bupati & Dandim Langsung  Launching 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hangatnya Paskah di Samosir :  dr. Iwan Sihaloho Layani Konsultasi Kesehatan Ibu Happy Basa Silaban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka di Hariara Pintu : Disdik Samosir Peluk Keluarga Krishna & Temannya, Serahkan Santunan Rp5 Juta Per Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paskah Oikumene Sonak Malela Meriah, Bupati Samosir dan Bupati Toba Hadir Disambut Tortor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rakyatpost.id

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In