RakyatPost.id, Toba, – Nakhoda atau kapten kapal KMP Kaldera Toba inisial TS (52) ditemukan tewas gantung diri di gudang Wings Ramdor. Polisi saat ini masih menyelidiki penyebab kematian korban.
Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan mengatakan jasad korban ditemukan tergantung, kemarin. Penemuan itu berawal dua Anak Buah Kapal (ABK) hendak mengambil helm miliknya dari gudang Wings Ramdor.
“Setelah memasuki ruangan tersebut, saksi melihat korban yang merupakan nahkoda kapal telah tergantung dengan menggunakan sehelai selimut di batang pipa besi yang melekat pada dinding gudang. Di mana sebelumnya pintu gudang itu dalam keadaan tertutup,” kata Libertius, Sabtu (21/2/2026).
Melihat hal itu, para ABK itu pun langsung kaget dan memberitahukannya kepada awak kapal KMP Kaldera Toba. Setelah itu, peristiwa itu dilaporkan ke pihak kepolisian.
Libertius mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi usai menerima informasi itu. Setelah melakukan olah TKP, petugas kepolisian membawa korban ke RSU Porsea.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, rekan-rekan korban memang tidak melihat keberadaan korban pada hari itu. Rekan korban sudah sempat mencari tahu keberadaan korban, tetapi tidak ada yang melihatnya. Bahkan, pintu kamar korban juga dalam keadaan tidak terkunci dan Hp korban terletak di atas meja yang berada di dalam kamar.
“Sepengetahuan rekan-rekan korban yang bekerja di KMP Kaldera Toba, korban tidak ada permasalahan pada pekerjaan korban sebagai nahkoda kapal dan juga terhadap rekan-rekan korban,” jelasnya.
Libertius menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung dan telah melakukan pemasangan ring di jantungnya.
Hal itulah yang diduga menjadi motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Namun, kata Libertius, sejauh ini pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban.
Dia mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah kru kapal dan mengecek kamar korban. Di dalam kamar ditemukan sejumlah obat-obatan.
Diduga modus korban bunuh diri dikarenakan frustasi akibat penyakit yang dialaminya, di mana sebelumnya korban menceritakan bahwa korban telah disarankan oleh dokter untuk dilaksanakan by pas pada bagian jantung korban. Pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kejadian ini,” ujar Libertius.(ludman Silaen/dtk/red)















