RakyatPost.id, Samosir, – Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk melakukan audiensi dengan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni di Ruang Kerja Kantor Kementerian Kehutanan, Gedung Manggala Wanabakti, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk mendorong sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kekayaan alam hayati di Kabupaten Samosir. Wabup Ariston menyampaikan sejumlah usulan strategis terkait pembangunan dan pengelolaan kawasan hutan.
Dalam audiensi tersebut, Ariston memohon penanganan lahan hutan yang rusak akibat pengelolaan oleh PT TPL yang telah tutup. Ia juga mengusulkan bantuan bibit pohon endemik bernilai ekonomis seperti mangga dan kopi untuk ditanam di pinggiran hutan dan lahan kritis. Tujuannya agar masyarakat mendapat manfaat ekonomi tanpa menebang pohon utama.
*Adapun lima usulan yang disampaikan Pemkab Samosir:*
1. *Rencana pinjam pakai kawasan* untuk titik intake kesatu dan kedua pembangunan SPAM Sitapigagan. Saat ini Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Tata Ruang Samosir sedang menyusun Detail Engineering Design (DED).
2. *Penetapan kawasan catchment area SPAM Sitapigagan* seluas 4.200 Ha sebagai lokasi rencana program konservasi.
3. *Rencana pinjam pakai kawasan* untuk pengembangan SMPN 3 Partungkonaginjang, Kecamatan Harian.
4. *Rencana replanting tegakan eukaliptus* di kawasan hutan yang terletak di Pulau Samosir.
5. *Rencana pinjam pakai kawasan* untuk pembangunan Embung Harangan Londut dan Embung Sirungkungonniasu di kawasan hutan Pulau Samosir.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut baik dan pada prinsipnya menyetujui usulan Pemkab Samosir. Menhut menekankan perlunya kajian lebih lanjut terkait mekanisme penanganan kawasan hutan di Samosir, apakah pengelolaannya diserahkan ke Pemkab, Pemprov, atau tetap di bawah Kementerian Kehutanan.
Raja Juli Antoni juga menyoroti penanganan kawasan hutan yang telah ditanami eukaliptus, termasuk eks lahan PT TPL. Ia menegaskan perlu dilakukan diversifikasi tanaman untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.
Mengakhiri pertemuan, Menhut menyampaikan pentingnya audiensi lanjutan guna memastikan seluruh rencana dikaji komprehensif dan diimplementasikan tepat.
Turut mendampingi Menteri Kehutanan: Sekjen Kemenhut Dr. Ir. Mahfud, MP, Dirjen PDASRH Ir. Dyah Murtiningsih, http://M.Hum, dan Dirjen KSDAE Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, http://D.Hut., http://M.Sc. Dari Pemkab Samosir hadir Kaban Bapperida Rajoki Simarmata, Plt. Kadis PU Rudimantho Limbong, dan Plt. Kadis Perkimta Golfried Harianja. (SS).















