• Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Rakyatpost.id
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Rakyatpost.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Home Ekonomi

AS & China Sepakat Redam Lonjakan Harga Minyak, Begini Caranya

rakyatpost
16 Mei 2026
/ Ekonomi, Internasional
0 0
0
AS & China Sepakat Redam Lonjakan Harga Minyak, Begini Caranya

RakyatPost.id, Jakarta, – Amerika Serikat (AS) dan China sepakat untuk memainkan peran besar dalam meredam gejolak harga minyak mentah dunia imbas gangguan rantai pasok dari Timur Tengah. Kedua negara akan berupaya mencegah harga minyak melonjak lebih tinggi selama konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Pasar minyak global diperkirakan kehilangan sekitar 10 juta barel per hari (bpd) ekspor dari kawasan Teluk Persia akibat blokade Iran di Selat Hormuz. Jumlah itu kurang lebih setara 10% konsumsi minyak dunia dan menjadi gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern.

Baca Juga

Ekonom: Kenaikan Harga Minyak Dunia Beri Beban Kompensasi Subsidi BBM

IMT-GT Ke-32 Sukses Digelar, Sumut Bentuk Forum Sumatera 10 untuk Perkuat Kerja Sama Kawasan

Gubsu Paparkan Deretan Proyek Strategis Sumut pada IMT-GT ke-32

Dalam konteks inilah China dan AS memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pasar minyak global dan menggunakannya untuk membantu menutupi kesenjangan pasokan. Sebab selama ini China merupakan importir minyak terbesar di dunia, sementara AS adalah produsen minyak terbesar dan eksportir penting

AS Genjot Ekspor Minyak

Sebagai produsen minyak terbesar dunia, AS meningkatkan ekspor minyak sebesar 3,5 juta barel per hari selama perang Iran berlangsung. Sementara China memangkas impor minyak hingga 3,6 juta barel per hari.

Secara total, langkah tersebut menutup sekitar 70% kekurangan ekspor minyak dari negara-negara Teluk Persia. Jepang, Korea Selatan, dan India juga ikut menekan impor minyak mereka hingga 3,6 juta barel per hari.

AS dan China memberikan bentuk penyesuaian penting untuk mengimbangi gangguan ekspor dari Teluk Persia. Itulah mungkin mengapa harga minyak mentah Brent, patokan internasional, belum melonjak hingga US$ 120 per barel,” kata analis Deutsche Bank, Michael Hsueh dikutip dari CNBC, Sabtu (16/5/2026).

Pandangan serupa disampaikan ahli strategi komoditas Morgan Stanley, Martijn Rats. Menurut dia, pemangkasan impor minyak China menjadi faktor paling signifikan dalam menahan kenaikan harga minyak dunia.

“Pengurangan impor China adalah hal yang luar biasa dan komponen terpenting yang menjelaskan mengapa harga minyak tidak lebih tinggi. Pertanyaannya adalah apakah AS dan China dapat mempertahankan ekspor yang lebih tinggi dan impor yang lebih rendah hingga Selat Hormuz dibuka kembali,” ujarnya.

Menurut Badan Informasi Energi AS, per Desember 2025 China memiliki cadangan minyak strategis terbesar di dunia sebanyak 1,4 miliar barel. Dengan cadangan ini, China diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan energinya selama beberapa bulan dan mungkin hingga akhir tahun.

Di sisi lain, persediaan AS berada di bawah tekanan imbas lonjakan ekspor. Pada Maret, Paman Sam setuju untuk menggunakan 172 juta barel dari cadangannya sebagai respons terhadap guncangan harga minyak.

Masalahnya pemenuhan lonjakan ekspor minyak AS ini sebagian besar berasal dari persediaan, termasuk cadangan strategis nasional, bukan dari peningkatan produksi minyak yang saat ini diperkirakan mencapai 413 juta barel.

“Kemampuan AS untuk mempertahankan tingkat ekspor yang tinggi ini sulit untuk diukur, tetapi tampaknya berada di bawah tekanan yang lebih besar,” kata Rats. (Red/dtk)

SendShareTweet
Sebelumnya

OJK Sebut Klaim Terkait PHK di BPJS Ketenagakerjaan Naik di Maret 2026

Selanjutnya

Dugaan Pencurian Gaba-Gaba Salib, Dikecam Ketua Pembina Yayasan Sitolu Hae Horbo Nikolas Naibaho

Baca Juga

Ekonom: Kenaikan Harga Minyak Dunia Beri Beban Kompensasi Subsidi BBM
Ekonomi

Ekonom: Kenaikan Harga Minyak Dunia Beri Beban Kompensasi Subsidi BBM

13 September 2026
IMT-GT Ke-32 Sukses Digelar, Sumut Bentuk Forum Sumatera 10 untuk Perkuat Kerja Sama Kawasan
Ekonomi

IMT-GT Ke-32 Sukses Digelar, Sumut Bentuk Forum Sumatera 10 untuk Perkuat Kerja Sama Kawasan

12 September 2026
Gubsu Paparkan Deretan Proyek Strategis Sumut pada IMT-GT ke-32
Ekonomi

Gubsu Paparkan Deretan Proyek Strategis Sumut pada IMT-GT ke-32

10 September 2026
Bobby Nasution Tekankan Penguatan Ekonomi di Forum Gubernur IMT-GT ke-32
Ekonomi

Bobby Nasution Tekankan Penguatan Ekonomi di Forum Gubernur IMT-GT ke-32

9 September 2026
Dirut: Bulog Siap Salurkan 1 Juta Ton Beras SPHP Hingga Maret 2027
Ekonomi

Dirut: Bulog Siap Salurkan 1 Juta Ton Beras SPHP Hingga Maret 2027

8 September 2026
IMT-GT di Sumut Diharapkan Dorong Aksi Nyata dan Buka Peluang Investasi Baru
Ekonomi

IMT-GT di Sumut Diharapkan Dorong Aksi Nyata dan Buka Peluang Investasi Baru

7 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rakyatpost.id

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In