• Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Rakyatpost.id
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Rakyatpost.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Home Hukum

Pasal Penghinaan Presiden di-KUHP Baru Diuji ke MK

rakyatpost
14 Januari 2026
/ Hukum, Metro
0 0
0
Pasal Penghinaan Presiden di-KUHP Baru Diuji ke MK

 

RakyatPost.id, Jakarta,- Pasal 218 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP baru terkait penghinaan Presiden dan Wakil Presiden diuji konstitusionalitasnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga

Ancaman Purbaya untuk Pegawai Pajak yang Bandel

GREAT Institute: Pemimpin Dunia Harus Kecam Aksi Koboi Trump

Peresmian Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik, HUT ke-84 Opung Ode Boru Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

Para pemohon yang terdiri dari 13 mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Terbuka mempersoalkan pasal tersebut karena merasa dirugikan haknya untuk berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh persamaan kedudukan di hadapan hukum.

“Dengan berlakunya pasal tersebut, menempatkan para pemohon berada dalam yang rentan terhadap tindakan kriminalisasi yang dapat menimbulkan efek gentar atau chilling effect bagi warga negara, termasuk para pemohon,” kata perwakilan pemohon, Suryadi, seperti dilansir laman MK dari Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Pasal 218 ayat (1) KUHP berbunyi: Setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden dan/atau Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.

Sementara itu, Pasal 218 ayat (2) KUHP mengatur: Tidak merupakan penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), jika perbuatan dilakukan untuk kepentingan umum atau pembelaan diri.

Menurut para pemohon, norma pasal tersebut mengatur pemidanaan tanpa memberikan definisi dan batasan jelas. Frasa “menyerang kehormatan atau harkat dan martabat” dinilai tidak memiliki referensi konkret yang dapat diukur secara objektif

Para pemohon khawatir, pasal ini tidak sejalan dengan hakikat demokrasi karena berpotensi mengkriminalisasi warga negara, termasuk saat menyampaikan materi akademik, publikasi ilmiah, maupun diskursus publik mengenai evaluasi dan kritik atas kepemimpinan nasional.

Mereka meyakini dalam sistem demokrasi, hak kebebasan berpendapat merupakan elemen fundamental yang tidak dapat dibatasi. Hambatan komunikasi yang diduga timbul akibat keberlakuan Pasal 218 KUHP dinilai bertentangan dengan standar hak asasi manusia (HAM) internasional.

Di sisi lain, pasal itu juga dinilai memberikan perlindungan khusus atau privilese kepada Presiden dan Wakil Presiden. Sebab, dalam Pasal 433–442 KUHP, penghinaan terhadap warga negara diatur secara berlapis dan lebih rinci dengan variasi ancaman pidana.

“Perbedaan perlakuan tersebut mencerminkan adanya diskriminasi normatif berdasarkan status atau jabatan yang bertentangan dengan prinsip equality before the law (persamaan di hadapan hukum),” kata Suryadi.

Para pemohon mendalilkan, jika ditinjau dari bahasa Latin, praesedere, kata “presiden” merujuk pada jabatan yang terdapat dalam kekuasaan pemerintah negara. Jabatan itu dipandang sebagai abstraksi hukum, bukan entitas yang hidup dan berperasaan.

“Jabatan tersebut tidak memiliki perasaan yang dapat tersinggung dan tidak memiliki kehormatan pribadi yang dapat diserang,” kata pemohon lainnya, Tandya Adyaksa.

Oleh sebab itu, menurut para pemohon, Pasal 218 KUHP secara keseluruhan bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (1), Pasal 28E ayat (2) dan ayat (3), serta Pasal 28F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam pokok permohonannya, para mahasiswa hukum itu meminta Mahkamah untuk menyatakan Pasal 218 ayat (1) dan ayat (2) KUHP inkonstitusional.

Permohonan ini tercatat dengan nomor perkara 275/PUU-XXIII/2025. Adapun para pemohon, yaitu Afifah Nabila Fitri, Dimas Fathan Yuda Armansyah, Farhan Dwi Saputra, Feony Gita Safitri, Idham Hakim, Inka Sofia Rahayu, Merry Hana Nathalina, Olivia Jane, Rina Amelia Ika Saputri, Siti Rohmah, Suryadi, dan Tjhin Okky Graswi.

Sidang perdana dengan agenda pemeriksa pendahuluan telah digelar pada Selasa (13/1) dalam sidang panel yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo. Mahkamah memberikan waktu 14 hari kepada para pemohon untuk menyempurnakan permohonannya.(Red/ant)

SendShareTweet
Sebelumnya

Dishub Samosir Mengimbau Pengguna Jasa Parkir untuk Selalu Meminta Karcis

Selanjutnya

Ancaman Purbaya untuk Pegawai Pajak yang Bandel

Baca Juga

Ancaman Purbaya untuk Pegawai Pajak yang Bandel
Ekonomi

Ancaman Purbaya untuk Pegawai Pajak yang Bandel

14 Januari 2026
GREAT Institute: Pemimpin Dunia Harus Kecam Aksi Koboi Trump
Metro

GREAT Institute: Pemimpin Dunia Harus Kecam Aksi Koboi Trump

4 Januari 2026
Peresmian Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik, HUT ke-84 Opung Ode Boru Khidmat dan Penuh Kekeluargaan
Hukum

Peresmian Yayasan Jangan Jemu Berbuat Baik, HUT ke-84 Opung Ode Boru Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

29 Desember 2025
Budayawan Jaya Suprana Raih Anugerah Satya Budaya Narendra
Metro

Budayawan Jaya Suprana Raih Anugerah Satya Budaya Narendra

18 Desember 2025
Seamless Corridor; Cara Melewati Imigrasi Tanpa Harus Berhenti
Metro

Seamless Corridor; Cara Melewati Imigrasi Tanpa Harus Berhenti

16 Desember 2025
Kasus Suap Topan Ginting : Efendi Pohan Dianggap Paling Bertanggung Jawab
Hukum

Kasus Suap Topan Ginting : Efendi Pohan Dianggap Paling Bertanggung Jawab

9 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.

Populer

  • Wakil Bupati Samosir Tutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2025

    Wakil Bupati Samosir Tutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Patung Yesus Tertinggi Di Dunia Terletak Di Sibea Bea Samosir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekretaris Dewan Samosir Klarifikasi Kasus Foto yang Viral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Samosir dan Kementerian PU Sinergi untuk Pemulihan Jalan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Wakil Ketua DPRD Samosir Pantas Marroha Sinaga Dukung Transformasi Pendidikan di Samosir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil Bupati Samosir Lantik 75 Pejabat, Tekankan Pentingnya Integritas dan Kinerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Samosir Resmikan Lapangan Basket di WFC Pangururan, Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Anak Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyerahan Combine Harvester Besar untuk Kelompok Tani Miduk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Categories

  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Internasional
  • Medan
  • Metro
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
Rakyatpost.id

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In