RakyatPos.id, Medan,– Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat berdoa, agar ibu Titiek Soeharto lebih serius membantu Tugas Presiden Prabowo untuk NKRI.
Menhut harus segera membayar gaji semua Karyawan atau Buruh PT yg dicabut izinnya, dan mengganti seluruh Kerugian PT yang dicabut yang tidak ada kaitannya dengan Banjir Bandang di Sumut, serta memberi penjelasan ke Publik kayu kayu Gelondongan milik siapa.
“Jangan kebodohan Menhut dilimpahkan ke SATGAS. Kami berterimakasih kepada 7 PT yang ikut RDPM Kom IV DPRRI tanggal 6/4, Saya mengikuti RDP Kom IV DPR-RI dengan MENHUT tanggal 14/4 dan tanggal 15/4, yang dipimpin oleh Ketua Kom IV ibu Titiek Soeharto sebagai tindak lanjut RDPM dengan PMPHI SU,” kata Gandi Parapat menjawab wartawan saat tiba dari Jakarta, di Bandara Internasional Kuala Namu, Jumat (17/4/2026). Usai mengikuti RDP Komisi IV DPR-RI dengan Menhut.

Lebih jauh kata Gandi, PMPHI akan mengajak beberapa PT yang dicabut mengadu ke PTUN. “Semenjak terbit SK Pencabutan sampai sekarang dikejar-kejar MENHUT mencari kesalahan,” tambahnya.
Jadi, lanjut Gandi, sekaitan dengan adanya berita niat kelompok atau perorangan, untuk melengserkan Prabowo itu kemungkinan besar, akibat kejengkelan kepada Prabowo yang kelihatan mengikuti irama para Pembohong, untuk menjerumuskan Prabowo.
“Padahal Prabowo itu orang jujur dan tegas. Saat ini kami melihat Prabowo kurang stabil. Jadi kami menilai, yang mampu membantu Prabowo menjalankan tugas Negara hanya ibu Titiek Soeharto, makanya semenjak kami ketemu dengan ibu Titiek Soeharto tanggal 14/4, berdoa agar ibu Titiek Soeharto lebih fokus membantu tugas presiden Prabowo untuk NKRI, dan meminta kepada seluruh
lapisan masyarakat agar berdoa, supaya ibu Titiek Soeharto lebih serius membantu tugas Presiden Prabowo,” pungkas Gandi.(Red/*)















