• Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Rakyatpost.id
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
Rakyatpost.id
Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam
Home Medan

Pemkab Nias Pamerkan Warisan Sejarah Kursi Raja Berusia Ratusan Tahun di PRSU

rakyatpost
24 Juli 2026
/ Medan
0 0
0
Pemkab Nias Pamerkan Warisan Sejarah Kursi Raja Berusia Ratusan Tahun di PRSU

RakyatPost.id, Medan,– Paviliun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias memamerkan sejumlah warisan peninggalan sejarah berupa reflika kursi raja yang telah berusia ratusan tahun, dan dipajang dengan rapi, bersih di stan Nias pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026.

“Kursi raja warisan pada zaman dulu itu, banyak mendapat perhatian pengunjung yang datang ke lokasi stan Pemkab Nias, kelihatan sederhana, namun menyimpan pesona dan peninggalan sejarah serta budaya cukup tinggi,” kata salah seorang penjaga stan Pemkab Nias, Agus Mulyanto Laoli, kepada wartawan di PRSU Medan, Kamis (24/7).

Baca Juga

Jumat Barokah Pewarta Polrestabes Medan: Wadah Silaturahmi dan Pererat Sinergi Media dan Kepolisian

Stand BKAD Sumut di PRSU Jadi “Etalase Fiskal”, Bangun Optimisme Program Bobby Terwujud

Nias Barat Perkenalkan Serum dan Sabun Berbahan Pisang di PRSU ke-50

Menurut dia, stan Pemkab Nias, juga memamerkan pakaian yang terbuat dari kayu jati, digunakan raja pada zaman dahulu, perisai dari kayu, tombak, pedang, mahkota, dan “kalimbubu” (kalung leher dari besi) dan lainnya.

“Peninggalan kursi raja kelihatan masih terawat rapi berasal dari ‘tano niha ” (tanah nias), merupakan kekayan budaya dan sejarah yang tetap dijaga, serta harus dilestarikan, sehingga generasi muda dapat mengetahui benda-benda kuno dan sangat langka,” ucapnya.

Agus juga menjelaskan, peninggalan sejarah yang berasal dari Kabupaten Nias, sebahagian ada yang disimpan di
masuk Museum Pusaka Nias di Kota Gunungsitoli.

“Museum Pusaka Nias yang ada di Kota Gunungsitoli itu, salah satunya museum terdapat di Kepulauan Nias, dan perlu dijaga dan dipertahankan untuk menyimpan benda bersejarah serta kuno, sehingga bisa terawat dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menginginkan Museum Pusaka Nias di Kota Gunungsitoli berkembang menjadi destinasi wisata sejarah berkelas dunia.

Menurutnya, kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban masyarakat Ono Niha yang tersimpan di museum tersebut merupakan aset berharga yang layak diperkenalkan lebih luas, sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.

Hal tersebut disampaikan Surya saat mengunjungi Museum Pusaka Nias, Rabu (22/7) sore.

Kunjungan itu memperlihatkan bagaimana bukti peradaban kuno masyarakat Nias masih terawat dengan baik berkat komitmen masyarakat adat yang secara turun-temurun menjaga warisan sejarah dan budayanya.

“Ternyata Nias ini dalam sejarah tercatat di mancanegara. Kami akan bawa ini untuk ditularkan kepada generasi muda di luar Kepulauan Nias,” ujar Wagub Surya didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti dan Wali kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli.

Menurut Surya, berbagai peninggalan yang tersimpan di Museum Pusaka Nias memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi.

Karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama agar dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sekaligus menjadi daya tarik wisata unggulan.

“Ini tanggung jawab Pak Walikota untuk menjaganya. Begitu juga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara punya kewajiban untuk menjaga dan melestarikan ini. Sekaligus nanti harapan ini akan kami bawa dan sampaikan kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution. Semoga bisa diakomodir,” katanya.

Surya mengatakan, komitmen tersebut sejalan dengan langkah Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang berkantor di Kepulauan Nias, guna mempercepat pembangunan dan menghapus status daerah tertinggal melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini adalah tekad kami bersama, dan Pak Gubernur sudah sepekan di sini. Dan kami saling bergantian. Semoga tidak ada lagi nanti daerah yang tertinggal di Kepulauan Nias. Dan menjaga bukti sejarah ini juga menjadi penting, sebagai pengetahuan sekaligus tempat berwisata yang tak kalah menarik dari tempat lain,” jelas Surya.

Sementara itu, Direktur Museum Pusaka Nias Nata’alui Duha menjelaskan, secara historis Kepulauan Nias terbagi menjadi dua kawasan budaya besar, yakni Nias Utara dan Nias Selatan.

Perbedaan tersebut tampak dari bentuk rumah adat, dialek bahasa, hingga sejumlah tradisi yang berkembang di masing-masing wilayah.

“Kalau di Selatan, bentuk rumahnya segi empat. Sedangkan di Utara itu oval. Bahasanya juga agak berbeda di sini (Utara) dan di Telukdalam. Jadi jauh sebelum ada pemekaran kabupaten/kota, Nias ini satu dan terbagi antara Utara dan Selatan,” jelas Nata.

Ia juga mengungkapkan salah satu catatan sejarah kelam masyarakat Nias pada masa kolonial. Saat itu, sejumlah warga dijadikan objek penelitian oleh ilmuwan Belanda dengan cara wajah mereka dicetak menggunakan bahan gipsum yang ditempelkan selama berjam-jam, kemudian hasil cetakannya dibawa ke Belanda sebagai bahan penelitian.

“Jadi ini sejarah bagaimana orang Nias dijadikan bahan riset, tetapi caranya dipaksa dan terkesan disiksa. Cetakan itu kemudian dibawa ke Belanda sebagai bahan penelitian. Dan gambar-gambar ini (merujuk pada puluhan foto wajah orang di dinding) adalah mereka yang dicetak bentuk wajahnya,” ujarnya.

Nata berharap, perhatian Gubernur Bobby Nasution dan Wagub Surya terhadap Museum Pusaka Nias, dapat mendorong pelestarian sekaligus pengembangan museum sebagai destinasi wisata sejarah unggulan.

Dengan demikian, warisan budaya masyarakat Nias semakin dikenal luas dan memberikan manfaat bagi kemajuan sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat Kepulauan Nias. (Red)

SendShareTweet
Sebelumnya

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Selanjutnya

Paviliun Kabupaten Sergai Tampilkan Beras Organik Unggulan di PRSU 

Baca Juga

Jumat Barokah Pewarta Polrestabes Medan: Wadah Silaturahmi dan Pererat Sinergi Media dan Kepolisian
Medan

Jumat Barokah Pewarta Polrestabes Medan: Wadah Silaturahmi dan Pererat Sinergi Media dan Kepolisian

24 Juli 2026
Stand BKAD Sumut di PRSU Jadi “Etalase Fiskal”, Bangun Optimisme Program Bobby Terwujud
Medan

Stand BKAD Sumut di PRSU Jadi “Etalase Fiskal”, Bangun Optimisme Program Bobby Terwujud

23 Juli 2026
Nias Barat Perkenalkan Serum dan Sabun Berbahan Pisang di PRSU ke-50
Ekonomi

Nias Barat Perkenalkan Serum dan Sabun Berbahan Pisang di PRSU ke-50

23 Juli 2026
Ketua DPRD Sumut Akui Berkomunikasi Dengan Bobby Sebelum Tinggalkan Rapat Paripurna
Medan

Ketua DPRD Sumut Akui Berkomunikasi Dengan Bobby Sebelum Tinggalkan Rapat Paripurna

22 Juli 2026
BI Investment Day Digelar di Medan, Gubsu Siap Sambut Gubernur Se-Sumatera Bahas Penguatan Investasi
Medan

BI Investment Day Digelar di Medan, Gubsu Siap Sambut Gubernur Se-Sumatera Bahas Penguatan Investasi

21 Juli 2026
Dianggap Rendahkan Profesi Wartawan,  PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda Sumut
Medan

Dianggap Rendahkan Profesi Wartawan,  PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda Sumut

21 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

  • Pesta Bolon Sagala Raja Ke- II, Se- Dunia Resmi Digelar Di Bona Pasogit Samosir

    Pesta Bolon Sagala Raja Ke- II, Se- Dunia Resmi Digelar Di Bona Pasogit Samosir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hibur Paulus Simbolon Gelar Pesta Adat,  Sekaligus Investasi Kapal Fery di Samosir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nahkoda Baru SRO Humbahas 2025-2030 Dilantik, Sekretariat SRO Dimulai dari Matiti Doloksanggul

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebagai Warga HKBP, Gandi Ikut Bertanggungjawab Terhadap RSU Taput yang Alami “Pertikaian”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah dan Penuh Kekeluargaan, PPOPS Gelar “Pesta Sombu Sihol & Ziarah Bersama” Sekaligus Lantik Pengurus Baru 2026-2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Samosir: Pesta Bolon Sagala Raja Wujud Nyata Persatuan dan Pelestarian Budaya Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terduga Maling Motor Nyaris Tewas Dihajar Massa Di STM Hilir, Warga Soroti Dugaan Jaringan Pencurian.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSBI Gelar HUT ke-19 & Rakernas ke-20, Desak Pelestarian Budaya Batak dan Benahi Danau Toba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Rakyatpost.id

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

Follow Us

Tidak ditemukan.
Tampilkan seluruhnya.
  • Beranda
  • Metro
  • Nasional
  • Internasional
  • Sumut
  • Medan
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Ragam

© 2025 Rakyatpost.id - Mengabarkan & Mengedukasi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In