RakyatPost.id, Surabaya,- Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Timur Wahidin menyatakan pihaknya telah membelanjakan anggaran Rp2,84 triliun atau 90,45 persen dari pagu Rp3,14 triliun untuk program Sekolah Rakyat hingga 30 Juni 2026.
“Kami melalui APBN mendukung program prioritas presiden termasuk Sekolah Rakyat yang realisasinya hingga akhir Juni sebesar Rp2,84 triliun,” katanya dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (27/7/2026).
Wahidin mengatakan realisasi Rp2,84 triliun ini terakselerasi oleh komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan.
Selain itu, program ini mampu memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan pekerjaan karena mampu menyerap sekitar 91.417 tenaga kerja dengan kelancaran pembangunan dibantu oleh 1.731 personel TNI.
Ia mengungkapkan untuk tahun ini terdapat 18 lokasi di Jatim yang menjadi prioritas pembangunan sekolah rakyat.
Sebanyak 18 lokasi tersebut dibagi menjadi empat paket pekerjaan dengan paket pertama menyasar lima lokasi yaitu Kabupaten Sampang, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Tuban.
Paket kedua menyasar empat lokasi meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Madiun.
Paket ketiga menargetkan empat lokasi yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.
Paket keempat, akan mencakup pembangunan sekolah rakyat di lima lokasi yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember. (Red/ant)










